Mercy Luncurkan Dua Model “Dream Car”

Bersamaan dengan dibukanya pameran otomotif independen perdana Mercedes Benz Star Expo, Mercy Indonesia perkenalkan dua model dari keluarga “Dream Cars”, Mercedes-AMG S 63 Coupe dan SL 400, Rabu (23/11/2016).

“Kedua mobil ini merupakan unit terbaru yang kami luncurkan akhir tahun ini. Melalui produk ini, semakin memperkokoh posisi sebagai produsen kendaraaan Eropa nomor satu di pasar otomotif Indonesia,” ujar Roelof Lamberts, President and CEO Mercedes Benz Indonesia, Rabu (23/11/2016).

Mercedes-AMG S 63 Coupe hadir menonjolkan desain menarik, yang menunjukkan aura sporty yang kental. Mobil dua pintu ini, mengadopsi mesin V8 berkapasitas 5.461 cc, yang bisa menghasilkan 585 tk pada 5.500 rpm.

Dari informasi yang diberikan, mobil ini bisa melaju 0-100 kpj dalam 3,9 detik. Mercedes-Benz Indonesia membanderol model terbaru ini Rp 6.059.000.000 off the road.
Ghulam/KompasOtomotif
Mercedes-Benz SL 400 Facelift.
Kemudian Mercedes-Benz SL 400 (facelift) hadir dengan tampilan baru pada bagian gril depan. Gril baru yang membentang ke bagian bawah, diklaim menciptakan wajah baru bagi SL dan unik di antara jajaran model lain.

Dua fitur lainnya yang menambah tampilan baru SL ini adalah LED Intelligent Light System berstandar baru, dengan housing lampu yang membentang jauh ke bagian luar. Mobil ini dilengkapi V6 berkapasitas 2.996 cc yang bisa menyemburkan 367 tk pada 5.500-6.000 rpm, bertransmisi otomatis 9G-Tronic.

Dari sisi akselerasi, SL 400 bisa menempuh 0-100 km/jam dalam 4,9 detik. Banderol harga untuk model ini Rp 2.059.000.000 (off the road).

Mercy Masih Unggul di Indonesia

Pelemahan ekonomi Tanah Air berpengaruh pada kinerja penjualan mobil baru, tak terkecuali segmen premium. Jika dibanding dengan tahun lalu, penjualan delapan merek premium periode Januari-Oktober 2016, turun 4,26 persen.

Delapan merek itu adalah, Mercedes-Benz, BMW, Lexus, Audi, Jaguar, Land Rover, Infiniti, dan Fiat Chrysler Automobiles (FCA). Dari semuanya, Mercedes Benz menjadi yang terlaris sepanjang sepuluh bulan tahun, merujuk data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Mercy mengalami peningkatan volume penjualan, dari 3.302 unit (Januari-Oktober 2015) menjadi 3.363 unit pada periode yang sama di 2016. Sementara, penguasaan pasar Mercy dari delapan merek mencapai 51,56 persen, dari gabungan delapan merek premium. Angka market share tersebut, mengalami lonjakan sebesar 3,09 persen dibanding 2015.

Membuntuti Mercy, bertengger di posisi kedua yaitu BMW, dengan kontribusi 30,05 persen. BMW berhasil mencapai angka wholesales 1.960 unit, atau turun 27,41 persen dibanding 2015.

Menariknya adalah melihat performa Lexus, di mana hampir semua merek premium turun, merek turunan Toyota ini naik 48,30 persen menjadi 961 unit. Di segmen ini, merek premium asal Jepang ini berhasil mendapat jatah 14,73 persen, atau naik 6,75 persen.

Kenali Fungsi Karpet Tambahan pada Mobil

Produk aksesori karpet lantai tambahan kabin mobil punya banyak fungsi penting. Lebih dari sekadar menambah kenyamanan tetapi juga berguna untuk kesehatan sekaligus membantu meningkatkan harga kalau mobil mau dijual.

Sejak dibeli dari diler, karpet lantai termasuk perangkat bawaan. Fungsinya menampung kotoran yang jatuh ke bawah. Pada umumnya terbuat dari dua jenis yaitu material sintetis atau serabut.

“Kalau bicara fungsi, karpet lantai bawaan itu saat ketumpahan sesuatu, kotoran bisa tersimpan. Dampaknya lembab dan jadi bikin bau, nah karpet lantai tambahan fungsinya menjaga itu,” kata Edy dari rumah modifikasi interior Vertue Concept, Rabu (23/11/2016).

Karpet lantai tambahan diletakan di atas karpet lantai bawaan. Posisinya yang berada di atas melindungi, dengan begitu karpet lantai bawaan bisa lebih awet.

Cara ini juga jadi solusi buat pemilik mobil yang malas membersihkan karpet lantai bawaan. Kecenderungannya karpet lantai tambahan lebih mudah dibersihkan.
Setyo Adi/Otomania
Pengait karpet kendaraan membuat karpet tidak bergerak bebas saat kendaraan berjalan
Sama seperti produk asli, karpet lantai tambahan juga dilekatkan menutupi seluruh kabin lantai kabin. Mulai dari bagian bawah dasbor sampai bagasi.

“Misalnya ada karpet lantai tambahan, mobil dipakai 3 – 4 tahun lalu mau dijual, tinggal diangkat saja, karpet lantai bawaan masih bagus. Kan sekarang kalau mau nilai mobil apik atau tidak lihat dari kabinnya,” kata Edy.

Harley-Davidson Road King Bertopi Bajak Laut

Imagineering Customs (IC) kembali ”berulah” dengan menghadirkan konsep ubahan Harley-Davidson yang bikin penasaran. Masih bermain di ranah custom bagger, rumah modifikasi dari Jakarta itu menampilkan Mooneye Pirate, mengacak kuda besi Amerika tipe Road King lansiran tahun 2000.

Menurut Teja Widjaya, pemilik IC, julukan itu terinspirasi dari outer fairing di atas headlamp yang sekilas bila diperhatikan menyerupai topi pirates alias bajak laut. ”Topi” inilah yang membuat penampilan sepeda motor gampang dikenali selain pemilihan corak pada bodi.

Banyak ubahan yang dilakukan, dan itu dilakukan tak sembarangan. Teja mengganti pelek depan diameter cukup besar, 26 inci merek SMT Machine, sebagai ciri khas bagger. Kemudian fender depan dan triple tree 42 derajat dikustom sendiri.
Imagineering Custom
Banyak komponen dikustom untuk memuaskan keinginan.
Hampir semua dibuat sendiri secara manual, termasuk fairing bagian dalam, tangki bahan bakar model teardrop, pelindung bagian samping, saddle bag (ruang penyimpanan di kanan-kiri motor), fender belakang, dan lubang knalpot model buntut ikan.
”Kalau setang memakai produk merek Ballistic Cycle supaya cocok dengan penampilan kustom. Pijakan kaki buatan Sinister Industries, handgrip ambil punya La Chopper, dan pengecatan saya serahkan ke Tomi Airbrush,” ucap Teja.

Menurutnya, nuansa cat menjadi krusial pada garapan kali ini, karena menggunakan grafis warna emas berpadu dengan cat gambar corak daun ganja. Ini membuat kesan motor makin liar namun masih terdapat unsur elegan.
Imagineering Custom
warna keemasan benar-benar menggunakan daun emas 24 karat.
”Cat desain daun ganja saya buat sketsanya dari potongan kertas. Bentuk menyerupai motif daun ganja asli. Sedangkan warna emas, saya gunakan gold leaf, atau daun emas 24 karat asli, bukan cat,” ucap Teja.
Tak sia-sia. Moge bertopi bajak laut itu menjadi jawara di kelas Custom Bagger dalam ajang Kustomfest 2016 yang baru saja digelar di Yogyakarta, 8 – 9 Oktober lalu.

Shell Pemasok Pelumas Terbesar di Dunia

Konsultan dan peneliti pemasaran global, Kline & Company, dalam laporan “Industri Pelumas Global: Analisa Pasar dan Kajian 2016” menerangkan, produsen pelumas Shell Lubricants, merupakan pemasok terbesar di dunia pada 2015. Gelar itu jadi ke-10 yang diperoleh Shell Lubricants.

Pada 2015, Shell Lubricants menjual pelumas 4.400 – 4.600 kilo ton atau mewakili 11,6 persen pangsa pasar dunia. Sebesar 30 persen produk itu diserap sektor otomotif, 34 persen sektor industri, dan 30 persen sektor komersial.

Kesuksesan ini kami raih melalui pendekatan yang terfokus kepada para pelanggan, inovasi produk dan layanan yang terus menerus, kepemimpinan teknologi, investasi merek dan tim yang kuat. Kami juga konsisten berinvestasi dalam meningkatkan dan mengembangkan rantai pasokan kelas dunia, sejalan dengan pola permintaan pasar global,” ujar John Abbott, Shell Downstream Director, dalam siaran resmi, Rabu (23/11/2016).

Shell Lubricants dijelaskan juga memimpin pasar di Filipina dengan penguasaan pasar 30 persen. Sementara itu di Malaysia kinerjanya berbuah hasil 27 persen, Inggris 18 persen, dan Amerika Serikat 12 persen.

Ghulam/Otomania
Pabrik pelumas Shell yang berlokasi di Marunda Center, Bekasi, Jawa Barat.
Indonesia
Kesuksesan internasional juga diikuti di Nusantara. Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, yang mulai beroperasi pada November 2015 sudah berhasil menggandakan produksi.

Saat ini LOBP membuat 99 produk pelumas. Hampir 70 persen dari total produk pelumas Shell di dalam negeri “buatan Indonesia”.

“Hadirnya pabrik pelumas ini juga mendorong kami untuk mengembangkan jangkauan bisnis dan memenuhi kebutuhan konsumen kami di Indonesia Timur, khususnya di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Ambon dan Papua,” ucap Dian Andyasuri, Shell Lubricants Director – Indonesia.

Kondisi Suzuki Motor Makin Miris

Kondisi merek sepeda motor Suzuki di Indonesia seperti di ujung tanduk. Semakin mendekati akhir tahun, banyak model yang tak lagi dikirim ke diler. Bahkan pada Oktober 2016 lalu, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) cuma mendistribusikan satu model saja ke diler, yaitu Satria F150.

Kondisi yang cukup bikin miris ini tercermin dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang mencantumkan aktivitas distribusi dari pabrik atau agen pemegang merek ke diler (wholesales), sejak awal tahun hingga bulan lalu.

Hanya Satria F150 yang terkirim 2.468 unit. Ada satu model lagi yang dikirim 1 unit, yakni moge sport 650 cc. Padahal, bulan lalu, SIS masih mengirimkan Skutik Address 1.157 unit. Alhasil, penjualan Suzuki Oktober 2016 praktis tinggal 2.469 unit.

Kondisi yang mirip juga sudah dialami SIS pada April 2016 lalu dengan distribusi ke diler cuma 1.800-an unit, umumnya didapat dari dua model, yakni Satria F150 dan Address, didukung Burgman dan beberapa moge.

Lalu, model lain apa kabar? Bukankah masih ada bebek dan Skutik entry level? Setelah ditelusuri, ternyata SIS sudah stop mendistribusikan Nex 110, New Smash, Hayate, Inazuma, dan Young Star, per April 2016. Bahkan bebek Shooter sudah tak lagi dijual per Februari lalu.

Artinya, saat ini SIS hanya hidup dengan model yang sangat sedikit. Satria F150 masih menjadi nafas tersisa, sementara model lain sudah pasti tinggal menghabiskan stok sampai akhir tahun.

GSX-R150 yang baru saja diluncurkan dalam Indonesia Motorcycle Show (IMOS) belum lama ini di Jakarta, bisa jadi penyelamat di penghujung tahun.

Pihak SIS sampai saat ini belum bisa dihubungi. Yohan Yahya, Department Head Marketing and Sales 2 Wheel SIS, tidak menjawab telepon dari KompasOtomotif.

Aksesori Penambah Privasi pada Mobil

Jika kaca film gelap masih belum cukup, ada solusi buat pemilik mobil yang ingin kabin semakin privasi. Caranya, memasang produk aksesori gorden pada jendela.

Salah satu fungsi utamanya, membantu kaca film menyaring sinar matahari. Gunanya lagi, bila dipandang dari estetika, gorden di jendela mobil bisa bikin serasa mobil mewah.
Vertue Concept
Gorden di jendela mobil menambah privasi.
Namun selain itu, menurut Edy, pemilik rumah modifikasi interior Vertue Concept, gorden bukan lagi hanya produk lifestyle. Sudah banyak konsumen yang ingin dipasang gorden karena alasan lain, menyesuaikan kebutuhan.
“Sering kali yang bermasalah itu kita lupa meninggalkan barang di kabin.Kalau pakai gorden kan jadi enggak kelihatan dari luar. Soalnya belakangan kan banyak kasus pencurian, yang diincar mobil keluarga,” papar Edy, Rabu (23/11/2016).

Namun kembali lagi ke selera pemilik, aksesori gorden disesuaikan kebutuhan. “Barang ini kan ‘perlu enggak perlu’, kadang ada yang suka ada juga yang tidak. Ini opsional saja,” ucap Edy.